Saat masa sekolah, di pelajaran olahraga, saya tidak jago dalam banyak hal. Basket, sepak bola, dan berenang misalnya. Bawaannya sudah minder duluan kalau disuruh praktek olahraga.
Lain cerita dengan bersepeda. Kegiatan ini merupakan olahraga yang cukup mudah dilakukan oleh setiap orang. Cukup kayuh pedal dan jaga keseimbangan, maka sepeda akan berjalan dengan seimbang. Bersepeda itu mudah.
Sedangkan bersepeda dengan benar perlu ditambah pengetahuan tentang bersepeda, seperti pentingnya perlengkapan keamanan diri : memakai helm, sepatu dan pakaian yang benar. Penting juga untuk mengetahui etika di jalan raya, dan yang pasti teknik bersepeda supaya bisa menjaga kualitas kesehatan badan.
![]() |
| Gambar : Pixabay |
Saya enggak heran banyak orang yang mulai bersepeda selama masa-masa wabah Covid-19. Diam di rumah saja bukanlah opsi yang bisa dijalani lama-lama oleh orang-orang. Rasa suntuk bisa hadir kapan saja di dalam rumah. Apalagi kalau punya beban pikiran.
Bersepeda bisa jadi salah satu sarana untuk refreshing, menjaga kesehatan badan dan juga menjaga kewarasan supaya kepala tidak stres memikirkan hal yang membebani. Bersepeda bersama keluarga juga bisa menjadi sarana bonding yang asik. Berkeliling sekitar komplek pun rasanya akan menyenangkan jika bersama keluarga.
Banyak niat orang bersepeda. Entah apapun niatnya, itu dikembalikan pada mereka. Mau sehat, mau eksis, mau dijadikan hobi, silakan. Yang pasti gelombang pesepeda ini membuat toko-toko sepeda ketiban durian runtuh. Cuan cuan cuan.
Harapan saya tren bersepeda ini bisa bertahan kedepannya. Supaya saya tetap punya teman gowes, hahaha. Biar ada temen ketika belok ke warung soto!
Akan seru melihat orang-orang bersepeda di jalanan, asal taat aturan ya! Serasa punya banyak teman dengan hobi yang sama.
Memang, selama pandemi ini banyak pekerja yang harus WFH. Lebih fleksibel jika ingin pergi-pergi bersepeda dibanding saat mereka harus full ngantor di hari kerja. Semoga saja setelah pandemi ini reda tren sepedaan juga tetap berjalan.
Para pesepeda tetap melanjutkan kegiatan bersepedanya secara rutin. Bukan berarti sering lho ya. Kalau bisanya 1 minggu sekali ya it is okay, kalau bisa rutin ya bagus.
Para pembaca yang kebetulan punya kemampuan menyediakan fasilitas bagi para pesepeda, bisa dicoba untuk melakukannya. Sesederhana dengan menyediakan parkir sepeda.
Kalau sedang menyetir, saya agak bete kalau harus mampir di toko yang tidak ada lahan parkirnya. Sepeda pun begitu, kalau tempat yang dikunjungi tidak "sepeda friendly" ya pesepeda akan jarang berkunjung.
Bayangkan kalau perkantoran, sekolah, kafe, minimarket dan tempat-tempat umum lain menyediakan parkir sepeda. Akan meningkatkan peluang pesepeda akan mampir ke sana. Kalau di kantor ada parkiran sepeda yang proper dan aman, kemungkinan ada karyawan yang akan melaksanakan bike to work.
Bagi yang baru saja memulai bersepeda, jangan khawatir kalau ada yang memberi cap "goweser anyaran" alias pesepeda yang masih baru. Ya enggak apa-apa kalau kenyataannya begitu. Jangan sampai cap itu membuat minder lalu tidak mau bersepeda.
Keluarkan sepedamu, lewati rute yang ingin kamu lewati, bersepeda memang asik!

Komentar
Posting Komentar